VISI
“Mewujudkan Lulusan Beriman dan Bertakwa, Berkarakter dan Berprestasi yang Berwawasan Kesehatan dan Lingkungan”
Misi
- Meningkatkan kegiatan keimanan dan ketakwaan seperti Jumat rohani, kebaktian, tadarus, pemcaan yasin.
- Mengembangkan karakter positif seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
- Meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik peserta didik melalui pembelajaran yang inovatif, kompetitif, dan berbasis keterampilan abad 21.
- Menanamkan kesadaran dan kebiasaan hidup sehat dengan mengintegrasikan pola hidup bersih, gizi seimbang, dan aktivitas fisik yang teratur
- Mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan dengan menerapkan prinsip ramah lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, dan penghematan energi.
- Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan untuk mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.
- Membangun kemitraan dengan orang tua dan masyarakat dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik secara optimal
Tujuan
TUJUAN SMPN 13 Jakarta Tahun Pelajaran 2026–2027
- Capaian numerasi meningkat 3 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
- Capaian literasi meningkat 5 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
- Capaian numerasi meningkat 3 poin dibandingkan tahun sebelumnya.Murid yang mengalami keterlambatan sekolah berkurang hingga < 5%.
- Persentase murid yang tidak hadir tanpa keterangan ditekan hingga < 3%.
- Murid yang tidak masuk karena sakit berkurang hingga < 10%.
- Persentase murid yang diterima di SMA/SMK Negeri meningkat menjadi 68%.
- Jumlah volume sampah sekolah berkurang minimal 5 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
- 100% kelas melaksanakan program kelas hijau (pemilahan sampah, penghijauan, dan hemat energi).
- 90% peserta didik muslim mampu menghafal bacaan salat.
- 70% peserta didik muslim mampu menghafal surat-surat pendek pilihan.
- 90% peserta didik muslim mampu menghafal doa-doa harian.
- 85% guru aktif mengintegrasikan literasi, numerasi, dan karakter Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran.
- 80% guru dan tenaga kependidikan mengikuti pelatihan pengembangan kompetensi.




